Kisah ini tidak dimulai di Maumali, tetapi di sebuah kota industri yang ramai di Turin, Italia, pada pertengahan tahun 1800-an. Seorang imam muda bernama Yohanes Bosco (Don Bosco) merasa prihatin melihat begitu banyak anak muda yang terlantar, putus sekolah, dan bekerja di pabrik dalam kondisi yang memprihatinkan akibat Revolusi Industri.
Menghadapi kenyataan pahit ini, Don Bosco tidak hanya membangun sebuah gedung. Ia memulai sebuah gerakan. Ia menciptakan sebuah sistem pendidikan yang lahir dari pengalaman langsung di lapangan. Sistem inilah yang kini terlukis sebagai empat pilar di dinding sekolah kita.
Mural tersebut menceritakan empat langkah historis yang diambil Don Bosco untuk menyelamatkan kaum muda:
Sistem pendidikan yang terbukti berhasil ini kemudian menjadi warisan yang dibawa oleh para misionaris Salesian ke seluruh penjuru dunia dan akhirnya tiba di Timor-Leste. Ketika ESTV Dom Bosco Maumali didirikan, para pendirinya membawa serta cetak biru historis dari Dom Bosco Maumali ini.
Jadi, mural itu adalah sebuah prasasti sejarah; janji untuk setia pada metode sang pendiri. Ia menceritakan kisah tentang bagaimana sebuah ide yang lahir dari kepedulian di Italia lebih dari 150 tahun yang lalu, kini menjadi kenyataan hidup bagi para siswa di Maumali. Inilah sejarah yang sesungguhnya dari sekolah ini.
Pilih bahasa yang Anda inginkan untuk melihat situs ini.